This site uses cookies from Google to deliver its services, to personalize ads and to analyze traffic. Information about your use of this site is shared with Google. By using this site, you agree to its use of cookies. Learn More

Juventus ; Kampiun Serie-A 2011/2012

Juventus ; Kampiun Serie-A 2011/2012 The Italian football champions are the annual winners of Serie A, Italy's premier football league competition. The title has been contested since 1898 in varying Juventus musim ini telah kembali berjaya, dari tim pesakitan, menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan Juventus is the champion of Italy once again after Roma's defeat to Catania on Sunday secured a third straight Scudetto. Rudi Garcia's men lost 4 1 to the bottom of
Juventus ; Kampiun Serie-A 2011/2012

Di Serie-A Liga Italia, nama Juventus merupakan salah satu dari klub raksasa yg mendominasi peta persaingan di industri sepakbola negara Pizza. Namun semenjak terjerumus ke Serie-B akibat skandal pengaturan skor (Calciopoli), taji Si Nyonya Tua seakan menghilang tanpa bekas. Terbukti dalam dua musim terakhir para Juventini harus rela melihat tim kesayangan mereka finish di peringkat ketujuh.
Namun itu hanya masa lalu. Juventus membuka musim 2011/2012 dgn spesial. Mulai dari peresmian Juventus Arena sebagai home base klub, menjadikan Juventus sebagai klub pertama dan satu-satunya di Italia yg memiliki stadium sendiri. Ambisi besar sang presiden Andrea Agnelli juga terlihat dari mercato yg dilakukan. Kehadiran pemain sekaliber Andrea Pirlo, Arturo Vidal dan Stephan Lichsteiner dipadu dgn amunisi lama semisal Gianluigi Buffon dan Allesandro Del Piero, mampu membawa Ill Bianconeri meraih scudetto, lambang supremasi dari sepakbola Italia.
Juventus musim ini telah kembali, dari tim pesakitan menjadi salah satu kekuatan yg patut diperhitungkan. Catatan tidak terkalahkan sampai pekan ke-37 sudah menjadi bukti sahih bahwa Juventus sang raja Italia telah kembali dari tidur panjangnya. Tentu saja sukses Juventus ini tidak diperoleh dari kontribusi satu pihak saja, ada beberapa faktor yg menjadikan Ill Bianconeri sukses mengangkangi sang juara bertahan, AC Milan dalam perburuan gelar scudetto musim 2011/2012.
Juventus Arena
Juventus ; Kampiun Serie-A 2011/2012
Suasana saat peresmian Juventus Arena
Diruntuhkannya stadium penuh memori Delle Alpi untuk digantikan menjadi stadium modern yg lebih mengutamakan kepuasan fans menjadi titik awal dari perjalanan Juventus musim ini. Mungkin karena menggunakan stadium sementara (Olimpico Turin) yg notabene milik sang rival sekota, Torino membuat semangat Lo Spirito Juve yg legendaris seakan menguap. Di stadium pertama yg dimiliki klub di Serie-A ini menerapkan konsep seperti stadium-stadium di Inggris, dimana jarak antara suporter dan lapangan menjadi sangat dekat karena dihilangkannya lintasan lari. Hal ini seakan membuat para fans memiliki kontribusi dalam setiap pertandingan La Vecchia Signora sebagai stimuli yg membuat para pemain tampil habis-habisan.
Mercato
Juventus ; Kampiun Serie-A 2011/2012
Pirlo dan Vucinic (kiri), dua pemain baru yg memberikan dampak positif bagi Juventus

Ada yg mengatakan bahwa kesuksesan dalam mercato (transfer pemain) merupakan setengah dari syarat agar sebuah klub dapat menggenggam gelar juara. Dan musim ini Juventus sukses menerapkan sistem transfer yg efektif untuk membentuk skuad yg solid. Dimulai dari membuang beberapa pemain yg dianggap minim kontribusi selama berseragam Juventus, nama-nama seperti Felipe Melo, Marco Motta, Amauri Carvalho dan Vincenzo Iaquinta harus menanggalkan seragam kebesaran Juventus.

Pengganti para pemain yg pergi merupakan kombinasi nama besar dan nama baru di kancah sepakbola Italia, sebut saja Andrea Pirlo yg didatangkan secara gratis dari AC Milan dan pembelian Arturo Vidal, Mirko Vucinic, Stephan Lichsteiner dan Martin Caceres untuk menyeimbangkan skuad yg sudah ada. Jangan lupakan nama-nama para loyalis Juve seperti sang ikon Allesandro Del Piero, Gianluigi Buffon dan Giorgio Chiellini yg sudah paham dgn yg namanya kebanggaan berseragam putih-hitam.
Antonio Conte
Juventus ; Kampiun Serie-A 2011/2012


Memiliki skuad yg fantastis tidak selalu membuat sebuah tim mampu menggapai kesuksesan. Dibutuhkan juga sosok yg tepat untuk memadukan talenta-talenta tersebut demi kesuksesan di akhir musim. Adalah Antonio Conte, sosok legenda dan mantan pemain Juventus yg ditunjuk direksi Juve untuk memimpin skuad putih-hitam. Nama Conte memang besar ketika menjadi pemain, namun sebagai pelatih ? Pelatih yg sebelumnya bermain di posisi gelandang bertahan ini memang hanya pernah melatih klub selevel Bari, Siena dan Atalanta, sebuah CV yg kurang menyakinkan untuk membawa Juventus yg terluka kembali pd posisi terhormat.
Namun patut digaris bawahi bahwa Conte sukses mengantarkan Bari dan Siena promosi ke Serie-A, jelek-jelek di Atalanta ia mendapatkan pengalaman melatih sebuah tim Serie-A selama setengah musim meski akhirnya dipecat. Nilai lebih Conte dimata direksi Juve ialah kepribadiannya yg meledak-ledak dan benci kekalahan dianggap mampu mengembalikan semangat Lo Spirito Juve yg selama beberapa musim terakhir tidak terlihat. Hasilnya ? Juventus musim ini menjelma menjadi tim yg mengedepankan possesion football dan terus menekan lawan hingga peluit terakhir dibunyikan.
Pemain Senior
Juventus ; Kampiun Serie-A 2011/2012
Del Piero dan Buffon,
dua pemain senior di skuad Juve
Juventus musim ini dijejali dgn beberapa pemain muda berbakat, sebut saja Claudio Marchisio, Arturo Vidal hingga Paolo De Ceglie. Namun peran para pemain senior yg lebih unggul dalam hal pengalaman tidak dapat dikesampingkan begitu saja. Gianluigi Buffon sukses membuktikan bahwa ia masih layak disebut portiere numero uno milik Italia, Allesandro Del Piero yg musim ini jarang mendapatkan kesempatan bermain bahkan selalu memberikan dampak positif dalam membawa mental rekan-rekannya dan tak jarang menjadi penetu pertandingan.

Dan jangan lupakan kehadiran seorang Andrea Pirlo, sosok yg selama beberapa tahun terakhir ini lekat dgn image AC Milan, harus menerima kenyataan bahwa musim ini ia tidak dibutuhkan skuad Allegri. Seakan ingin membuktikan bahwa AC Milan telah salah melepasnya, Pirlo kini menjelma menjadi elemen tak tergantikan dalam skema Antonio Conte.
Minim Saingan
Juventus ; Kampiun Serie-A 2011/2012
Internazionale dan AC Milan, dua saingan laten Juventus

Serie-A musim 2011/2012 praktis bisa dibilang hanya milik Juventus dan AC Milan. Beberapa tim tradisonal lainnya seperti Internazionale Milan, Napoli, Udinese, AS Roma dan Lazio terlihat sulit menjaga konsistensi permainan dan terlihat masih meraba-raba skema permainan. Sebut saja Inter yg mengalami musim dgn sangat buruk, hingga harus dua kali memecat pelatih (Gian Piero Gasperini dan Claudio Ranieri) sampai akhirnya ditangani pelatih Primavera Inter, Andrea Stramaccioni.

Selain itu badai cidera yg menghantam AC Milan pd saat akhir musim juga berpengaruh terhadap laju tim besutan Massimiano Allegri tersebut, sebut saja cidera yg dialami centre-back andalan mereka, Thiago Silva. Sedangkan AS Roma dibawah pelatih Luis Enrique terlihat masih dalam masa transisi demi mewujudkan skema permainan ala Barcelona.


0 Response to "Juventus ; Kampiun Serie-A 2011/2012"

Posting Komentar

Contact

Nama

Email *

Pesan *